Beberapa waktu lalu Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai telah menangkap 3 orang pengedar narkoba dalam kemasan mainan anak. Sabu berbentuk cair tersebut diyakini buatan pabrik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan sabu itu diduga kuat dibuat di sebuah pabrik. Sebab, sabu dikemas begitu rapi. Pemasok juga bukan orang baru di bisnis hitam itu.

“Dia sudah berupaya bermain dengan berbagai media yang ada, seperti permen, ada dalam bentuk teh, ada bentuk mainan. Kemarin kan ada dalam bentuk mainan yang diselipkan. Ini sekarang dia buat dalam bentuk jel, jel yang rapi, yang kita yakin ini pasti pembuatan pabrikan,” kata Yusri di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (7/2).

Jumpa pers penyeludupan narkoba

Yusri mengatakan sabu tersebut didatangkan dari Malaysia. Tujuannya untuk diedarkan di Jakarta.

“Dia berupaya masuk ke Indonesia. Tapi kita sudah berhasil mengamankan. Ini upaya kita untuk memutus jaringan yang ada dari Malaysia,” tutup Yusri.

Dalam kasus ini, polisi sudah menangkap 3 tersangka yakni, I, E dan R. Mereka ditangkap di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat pada Rabu (29/1).

Sabu yang diamankan beratnya mencapai hampir 2 kilogram. Polisi masih terus mendalami terkait titik peredaran narkotika yang dikendalikan oleh narapidana LP Cipinang bernama Aliong tersebut.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 111 ayat 2 UU RI nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Editor: PARNA
Sumber: kumparan