lah memilih Natuna, Kepulauan Riau, sebagai tempat observasi WNI yang akan dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China terkait virus corona.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, mengatakan ada sebanyak 245 WNI yang akan dipulangkan dari Wuhan. Para WNI itu dipulangkan dengan dibantu 42 petugas evakuasi dan 5 petugas lapangan.

Mereka akan menumpangi Batik Air dengan nomor penerbangan ID-8618 dan bernomor registrasi PK-LDY. Menurut Doni, pada Minggu (2/2), WNI beserta kru akan tiba di Lanud Raden Sadjad atau dikenal Lanud Ranai.

“Besok, hari Minggu, akan tiba di Bandara Natuna (Lanud Ranai),” ujar Doni, di Natuna, Sabtu (1/2).

Sebelum menuju Natuna, para WNI beserta kru akan transit terlebih dahulu di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam. Dari Batam, mereka akan dibawa ke Natuna menggunakan 2 pesawat kecil menuju ke Natuna.

Pergantian pesawat itu lantaran runway Lanud Ranai tak memungkinkan untuk menjadi landasan pesawat berbadan bongsor Airbus.

Ketua BNPB, Doni Monardo, lokakarya BNPB

Doni tak menjelaskan pesawat apa yang akan membawa rombongan dari Batam ke Natuna. Dia juga tak menyebut jam berapa rombongan tiba di Batam.

“Sebelumnya akan transit di Kota Batam hanya untuk pertukaran pesawat menuju Natuna,” ujar Doni.

Setelah tiba di Lanud Ranai, rombongan langsung diobservasi di salah satu hanggar. Doni memastikan lokasi observasi di hanggar Lanud Ranai aman dan dijaga ketat.

Para WNI beserta petugas evakuasi dilarang beraktivitas di luar hanggar selama 14 hari masa observasi berlangsung. “Posisi hanggar tempat observasi jauh dari permukiman masyarakat, dipastikan aman untuk lingkungan warga Natuna.” kata Doni.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan pesawat Batik Air take off dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 13.00 WIB. Pesawat dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan pada pukul 19.00 waktu setempat.

Belum diketahui jam berapa Batik Air berangkat dari Wuhan menuju Indonesia.

Editor: PARNA
Sumber: kumparan