Di zaman yang makin kompetitif ini, tiap orang dituntut untuk memiliki beragam soft skill. Keterampilan ini dibutuhkan biar bisa bertahan dalam lingkungan profesional.

Soft skill yang dibutuhkan enggak cuma soal pintar manajemen waktu, public speaking, atau leadership. Ada lima soft skill lainnya yang jarang diperhatikan, padahal penting untuk dimiliki. Apa aja?

1. Naluri untuk bertahan

com-Ilustrasi kerja cerdas.

Fauzan Gani, pengusaha muda sekaligus CEO dan Founder DOOgether mengatakan, survival instinct alias naluri untuk bertahan adalah soft skill yang penting dimiliki. Skill ini dibutuhkan supaya kamu bisa bertahan di luar zona nyaman.

“Perluas comfort zone, jangan stay di situ aja. Mungkin awalnya enggak nyaman, tapi lama-lama zona itu bakal menjadi comfort zone yang baru. Akhirnya, zona nyaman kamu bakal melebar,” terangnya, dalam kompetisi marketing SMA se-Indonesia, beberapa waktu lalu.

2. Mengatur intonasi dalam berkomunikasi

Ilustrasi Perempuan Karier

Enggak sekadar berkomunikasi, Head of Marketing Nutrifood, Susana menyebut, kemampuan untuk mengatur intonasi juga menjadi soft skill yang penting.

Selain itu, perhatikan pula cara memilih kata yang tepat, dan menjaga ekspresi wajah ketika berbicara dengan orang lain.

3. Dapat menyelesaikan masalah yang kompleks

Ilustrasi rekan kerja

“Soft skill yang dibutuhkan sekarang, enggak cuma bisa menyelesaikan masalah. Tapi juga dituntut untuk bisa menyelesaikan masalah yang kompleks, dengan cara sederhana,” jelas Alexander Zulkarnain, pakar pemasaran serta Brand & Partnership Director di Young On Top.

Karena itu, penting untuk mengikuti kompetisi sejak dini, buat melatih kemampuan dalam menjawab tantangan dengan cara yang kreatif.

4. Mendengarkan sekitar

Ilustrasi Magang

Alex menjelaskan, yang dimaksud dari mendengarkan sekitar adalah lebih peka dan berempati kepada fenomena yang terjadi di lingkunganmu. Amati tren yang lagi digandrungi oleh teman-temanmu, dan masyarakat secara luas.

“Dengan memiliki soft skill mendengarkan dinamika yang ada, kamu bisa bikin inovasi dan memunculkan kreativitas baru. Cobalah untuk mindfull, alias benar-benar sadar sama apa yang terjadi,” katanya.

5. Memperluas pemikiran

karier, overthinking - ilustrasi

Enggak cuma perlu memiliki pemikiran terbuka (open mind), kamu juga perlu bisa memperluas pemikiran supaya dapat memiliki banyak perspektif. Dengan memperluas pemikiran, kamu bisa menemukan kesempatan emas yang enggak disadari banyak orang.

“Jadi dengan soft skill mind extension ini, coba untuk meluaskan apa yang kita tahu. Lebih banyaklah membaca,” ucap Alex.

Editor: PARNA
Sumber: kumparan