BANDUNG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya mengakibatkan Sungai Citarum meluap. Dampak kenaikan permukaan air itu, empat kecamatan di wilayah Bandung selatan terendam banjir.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu mengatakan, keempat kecamatan yang terendam banjir adalah Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Rancaekek.

“Banjir akibat dari intensitas hujan yang tinggi hampir merata di wilayah Kabupaten Bandung,” kata Budi, Jumat (24/1).

Budi menjelaskan, ketinggian air banjir Bandung yang masuk ke permukiman warga beragam. Mulai dari 30 cm hingga 140 cm.

“Untuk kondisi terkini, personel BPBD melakukan asesment dan evakuasi warga dan sebagian siaga di posko lapangan,” ujarnya.

Menurut Budi, banjir sudah terjadi di beberapa wilayah sejak Kamis (23/1). Namun air kembali naik setelah hujan yang cukup merata di wilayah Bandung.

Pihaknya juga mencatat ada 98 jiwa mengungsi di dua kecamatan yakni Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot.

“Total jumlah pengungsi di dua kecamatan itu berjumlah 32 KK, terdiri dari 98 Jiwa. Sebanyak 11 di antaranya lansia, 9 balita, dan 1 bayi,” ujar Budi.

Secara terpisah, seperti dilansir Antara, Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin mengatakan banjir terparah ada di wlayah Desa Dayeuhkolot.

Banjir yang paling parah terjadi di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot dengan tinggi muka air hingga 140 centimeter,” kata Enjang.

“Akibat intensitas hujan yang tinggi hampir merata di wilayah Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung, lalu suplay air lebih dominan dari Sungai Citarum dan Cikapundung,” kata dia.

Menurutnya sejak Kamis (23/1) banjir sudah terjadi di beberapa wilayah. Namun, kata dia, air kembali meningkat setelah hujan deras yang hampir merata di Kabupaten Bandung.

“Personil BPBD melakukan asesment dan evakuasi warga dan sebagian siaga di posko lapangan (pengungsian di gedung eks Inkanas Dayeuhkolot),” katanya.

Selain itu, banjir Bandung juga memutus akses jalan raya di Jalan Andir-Katapang. Baik kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua, menurut Enjang tidak bisa melalui jalan tersebut.

Editor: PARNA
Sumber: CNN Indonesia