Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan 52 target di Iran, termasuk situs-situs budaya. Atas ancaman ini, Trump disamakan seperti para diktator dunia lainnya yang menghilangkan kebudayaan sebuah negara.

Menteri Telekomunikasi Iran Mohammad Javad Azari-Jahrom di Twitter mengatakan Trump tidak ubahnya seperti ISIS, Hitler, atau Genghis Khan yang membenci kebudayaan. Bahkan Jahrom lebih lanjut menyebut Trump sebagai teroris berdasi.

“Seperti ISIS, seperti Hitler, seperti Genghis! Mereka semua membenci kebudayaan. Trump adalah teroris berdasi! Kami akan segera belajar dari sejarah bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan ‘Kebudayaan dan Bangsa Iran yang Agung’,” kata Jahromi di Twitter, Minggu (5/1).

Hitler, ISIS, dan Genghis Khan, yang disebut Jahromi dikenal telah menghancurkan kebudayaan negara-negara yang mereka duduki.

Di Irak dan Suriah, ISIS meluluhlantakkan bangunan-bangunan bersejarah. Nazi di bawah Hitler terkenal membakar buku-buku di perpustakaan Eropa ketika Perang Dunia II. Hal yang sama dilakukan pemimpin Mongolia, Genghis Khan, di abad ke-13 ketika menghancurkan wilayah dari Asia hingga Eropa.

Trump melalui Twitter pada Sabtu (4/1) mengancam akan menghancurkan 52 target di Iran jika fasilitas AS diserang. Target-target tersebut adalah tempat-tempat penting bagi Iran, termasuk situs kebudayaan.

Ancaman ini disampaikan menyusul ketegangan AS dan Iran di Irak. Sebelumnya AS membunuh jenderal Iran pemimpin Brigade Quds, Jenderal Qassem Soleimani.

Berdasarkan Konvensi Den Haag untuk Perlindungan Properti Budaya tahun 1954, penghancuran situs budaya adalah bentuk kejahatan perang. Situs tersebut hanya boleh diserang jika memang digunakan oleh militer.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam wawancara dengan Fox News, Minggu, membantah Trump mengancam akan menghancurkan situs kebudayaan Iran.

Walau dibantah Pompeo, tapi Trump kembali mengulangi ancamannya ketika ditanya wartawan sebelum berangkat ke Washington dari Florida.

“Mereka boleh membunuh orang-orang kita. Mereka boleh menyiksa dan mengincar orang-orang kita. Mereka boleh menggunakan bom tepi jalan dan meledakkan orang-orang kita. Tapi kita tidak boleh menyentuh situs budaya mereka? Tidak seperti itu caranya,” kata Trump.

Editor: PARNA
Sumber: kumparan