Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengungkapkan, pihaknya baru saja menangkap 3 kapal ikan asing di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Namun di antara ketiga kapal asing itu, tak ada satu pun yang berasal dari China, semuanya berbendera Vietnam.

Kapal-kapal ikan asing banyak yang masuk ke perairan Natuna sejak Oktober 2019 lalu. Bahkan kapal-kapal nelayan asal China mondar-mandir dengan kawalan Coast Guard negaranya.

Ketiga kapal Vietnam yang tertangkap itu diduga telah melakukan kegiatan pencurian ikan atau illegal fishing. Kini, kapal-kapal itu dibawa petugas ke Pontianak, Kalimantan Barat.

“Tanggal 30 (Desember 2019) kemarin, disampaikan kita sudah menangkap 3 kapal (Vietnam) sekarang sudah ada di Pontianak,” ujar Edhy saat ditemui di Gedung BPK, Jakarta, Senin (6/1).

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo

Sesuai instruksi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Edhy mengaku KKP tengah memperkuat pengawasan di perairan Indonesia. Tak terkecuali, di wilayah yang belakangan menjadi sorotan yaitu Natuna.

“Yang jelas pengawasan terus dengan kemampuan yang kita lakukan, dengan mandat yang kita dapat jadi jalan terus,” sambungnya.

Edhy menuturkan, proses penangkapan kapal asing asal Vietnam itu tak berjalan mulus. Sebab, ada perlawanan yang sengit terhadap petugas. Kendati kemudian ketiganya berhasil ditangkap.

Untuk menyambut para awak kapal dan petugas yang berhasil menangkap kapal asing ilegal itu, pihaknya akan berkunjung langsung ke Pontianak pada Rabu (8/1).

“Rencana mungkin hari Rabu, karena besok masih ada rapat lanjutan dengan Menkopolhukam, yang pasti semangat mereka (penangkap kapal asing) berapi-api menjaga kedaulatan. Kami akan ikut koordinasi karena ini menyangkut seluruh kementerian, KKP akan menjaga, melaksanakan tugas,” ujarnya.

Editor: PARNA
Sumber: kumparan