Restoran menjadi terkenal karena punya masakan yang bikin ketagihan saking enaknya. Namun sebuah restoran di China lain lagi, pelanggan “nagih” dan datang terus karena masakannya ternyata mengandung morfin.

Diberitakan situs stasiun televisi Taiwan, SETN, peristiwa ini terjadi di restoran luosifen kota Sanjiang Dong, provinsi Guangxi, bulan lalu. Luosifen adalah mi khas Guangxi dengan kuah kaldu tulang babi dan bekicot sungai.

Adanya kandungan morfin dalam luosifen di restoran itu juga diketahui secara tidak sengaja. Ketika itu, seorang pelanggan diperiksa polisi dan diketahui memiliki kandungan morfin dalam darahnya. Pelanggan itu bingung bukan kepalang, pasalnya dia bukan pemadat.

Dia mengaku hari itu baru saja memakan semangkuk luosifen di restoran setempat. Akhirnya polisi melakukan penyelidikan dengan menyamar sebagai pelanggan dan memesan mi untuk dibawa pulang.

Ilustrasi makan mie

Ketika dilakukan pemeriksaan di laboratorium, mi tersebut ternyata mengandung opium, bahan pembuat morfin. Dalam penggeledahan, polisi menemukan 76 gram bubuk morfin di restoran itu.

Pemiliknya yang bernama Yang mengaku menggunakan bumbu morfin sebagai penyedap agar pelanggan ketagihan dan datang lagi. Dia juga mengaku membuat sendiri bubuk tersebut dari opium yang dia tanam beberapa tahun sebelumnya.

Ini bukan pertama kalinya peristiwa serupa terjadi di China. CNN memberitakan, pada 2016 Badan Obat dan Makanan China mendapati ada 35 restoran yang menggunakan tambahan opium pada masakan mereka. Bumbu terlarang ini dibubuhi di berbagai menu, mulai dari mi, ikan bakar, hingga ayam goreng.

Editor: PARNA
Sumber: kumparan