BATAM – Eksportir arang mengaku bingung ketika tiga kontainer arangnya diamankan Satgassus Trisula Bakamla RI bersama KLHK dan Disperindag Kota Batam pada Rabu (25/12).

Pasalnya, eksportir mengaku telah melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan dalam mengekspor arang bakau itu ke luar negeri.

“Sampai saat ini kami sebagai eksportir belum mengetahui apa alasan arang itu ditangkap. Semua syarat dan dokumennya sudah lengkap. Kami juga tidak tahu dokumen mana yang dikatakan palsu,” ujar Ahui, eksportir dari PT Anugerah Makmur Persada saat konfirmasi Batamxinwen.com, Sabtu (28/12).

Dijelaskan Ahui, arang-arang yang ia ekspor itu ia beli dari para pelaku produksi di beberapa daerah yang tergabung dalam koperasi yang memiliki badan hukum. Arang yang diproduksi di Lingga dibeli melalui koperasi Mangrove Lestari Lingga, untuk Karimun, nama koperasinya Wana Jaya Karimun, sedangkan arang produksi dari Selat Panjang dibeli melalui Koperasi Hasil Hutan Silva.

“Jadi saya tidak produksi arang. Saya beli dari koperasi. Dan semua koperasi ini dibentuk sesuai dengan peraturan dan berdasarkan surat izin dari bupati masing-masing daerah,” jelas Ahui.

Ditambahkan Ahui, arang-arang yang ia beli dari koperasi itu pun boleh ia angkut setelah koperasi mengeluarkan Nota Angkutan dengan jangka waktu dua hari.

“Nota Angkutan itu pun dikeluarkan setelah koperasi membayar pajak terlebih dahulu. Jadi kalau ditanya dokumen mana yang palsu, saya jadi bingung,” ujarnya.

Hari, eksportir PT Fortindo, juga mengungkapkan kebingungan yang sama. Hari mengaku arang ekspornya yang diamankan telah memiliki dokumen resmi.

Terkait diamankannya arang ekspor tersebut, Ahui dan Hari sama-sama berharap agar masalah ini cepat menemukan jalan keluar. Pasalnya, hal ini bisa sangat mengganggu iklim usaha yang mereka jalankan.

“Kita bisa menjadi pengekspor yang dicari-cari negara lain. Bisa menjadi nomor satu dibandingkan negara lain. Dan instruksi Jokowi kan juga sudah jelas, jangan mempersulit kegiatan pengusaha ekspor-impor. Tapi sekarang malah seperti ini. Semoga ada perubahanlah dan masalah kami ini bisa segera selesai,” kata Ahui diamini Hari.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU BC) Tipe B Kota Batam, Zulfikar Islami menjelaskan, pengekspor 3 kontainer arang bakau yang diamankan tim gabungan Bakamla, Disperindag dan KLHK beberapa waktu lalu telah memenuhi prosedur kepabeanan dalam melakukan kegiatan ekspornya.

“Semua sudah memenuhi prosedur kepabeanan. Bea Cukai selaku instansi di tahapan terakhir ekspor impor tidak dapat melarang kegiatan ekspor impor bila semua persyaratan usaha telah dipenuhi. Artinya, bilang seluruh kelengkapan dokumen kepabeanan dan izin usaha dari BP Batam sudah lengkap, maka BC tidak dapat menahan proses masuk atau keluarnya barang dari atau ke Batam,” jelasnya.

Lanjut Zulfikar, Bea Cukai telah melakukan kegiatan analisis atas kemungkinan barang terkena aturan larangan dan atau pembatasan melalui sistem Indonesia National Single Window(INSW). Jadi, barang ekspor jenis arang bakau tidak terkena aturan lartas sehingga tidak memerlukan dokumen perizinan lain dari instansi teknis terkait.

Editor: PARNA
Sumber: batamxinwen