JAKARTA – Camilan selalu siap menggoda siapa saja. Sifatnya yang praktis dan cepat membuat camilan sering kali dijadikan sebagai alternatif ‘pengganjal’ perut di tengah rasa lapar.

Sebuah jajak pendapat teranyar menemukan, orang Indonesia lebih senang ngemil dibandingkan dengan makan berat. Sebanyak 3 dari 4 (sekitar 75 persen) orang Indonesia berpendapat bahwa camilan yang praktis jauh lebih cocok dengan gaya hidup mereka yang memiliki mobilitas tinggi. Sebanyak 53 persen mengaku tak memiliki waktu luang untuk makan berat.

Survei bertajuk ‘The State of Snacking’ yang diinisiasi oleh Mondelez International ini mempelajari kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia.

Survei dilakukan secara online (daring) pada 16-27 September 2019 lalu kepada 6.068 partisipan berusia 18 tahun ke atas. Partisipan tersebar di 12 negara, termasuk salah satunya Indonesia.

“Tujuan survei ini adalah untuk mempelajari kebiasaan konsumen kami dalam ngemil dan memahami lebih baik peran camilan, baik secara fungsional maupun emosional,” ujar President Director Mondelez Indonesia, Sachin Prasad, dalam peluncuran hasil survei ‘The State of Snacking’ di Restoran Kembang Goela, Jakarta, Selasa (3/12).

Saking gemarnya orang Indonesia dengan camilan, survei menemukan, tingkat ngemil di Indonesia bahkan 22 persen lebih tinggi dari rata-rata global.

Survei ini juga menemukan bahwa orang Indonesia cenderung mengonsumsi camilan lebih pagi dibandingkan dengan rata-rata di dunia. Orang Indonesia gemar ngemil antara rentang waktu sarapan hingga makan siang.

“Fenomena ini terjadi karena orang Indonesia biasanya memulai aktivitas lebih pagi, karena harus menempuh perjalanan yang panjang untuk ke tempat kerja,” ujar sosiolog Erna Ermawati Chotim, dalam kesempatan yang sama.

Kondisi sedemikian rupa membuat banyak orang Indonesia memilih camilan untuk mengisi energi setelah sarapan dan sebelum makan siang.
Kini, ngemil bahkan tak hanya berfungsi untuk mengenyangkan perut, tapi juga memenuhi kebutuhan emosional dan meningkatkan momen kebersamaan.

Survei menemukan, 93 persen masyarakat Indonesia mengaku bahwa ngemil dilakukan untuk meningkatkan suasana hati. Sebanyak 86 persen menjadikan ngemil demi menciptakan kebersamaan dengan orang-orang terdekat.

“Ngemil dijadikan sebagai pencair suasana di saat-saat kebersamaan. Apalagi masyarakat Indonesia memang kolektif dan senang bersosialisasi,” tutur Erna.

Editor: PARNA
Sumber: CNN Indonesia