JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut akan membuat pengelompokan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Pengelompokan ini nantinya akan membagi Ormas ke beberapa kelompok yaitu Ormas yang telah dapat diajak berkolaborasi, perlu dibina dan perlu diluruskan.

Hal ini disampaikan Tito melalui sambutannya pada kegiatan ‘Penganugerahan Penghargaan Ormas Tahun 2019’ pagi tadi. Dia awalnya memuji Ormas yang bergerak secara mandiri dengan anggaran sendiri.

“Banyak sekali teman-teman dari Ormas bekerja, mohon maaf, mengambil inisiatif sendiri, melakukan secara swadaya, mencari anggaran sendiri tapi berprestasi. Sebaliknya, ada di pemerintahan yang ada anggaran kementerian atau lembaga tapi gak punya kaki di bawah,” kata Mendagri Tito Karnavian di Hotel Kartika Chandra, Jalan Jendral Gatot Subroto, Karet, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019).

Tito kemudian menceritakan kegelisahan seseorang dari salah satu kementerian yang mengeluhkan kondisi kementeriannya dalam hal membantu mewujudkan program-program Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kemarin ada 1 kementerian, gak perlu saya sebutkan, ada kementerian yg mau membantu kami, ‘Pak mendagri punya kaki di bawah, teman-teman kepala daerah. Kita anggaran ada, besar. Program pak presiden jelas. Tapi kami gak punya kaki di lapangan’. Saya berpikir, kakinya itu bukan hanya pemerintah daerah tapi kakinya yang lain juga adalah dari Ormas. Karena Ormas ini militannya tinggi dan tidak terikat banyak birokrasi. Kalau pemerintahkan Pemda terikat lagi dengan birokrasi macam-macam, panjang sekali itu,” sambungnya.

Dia kemudian menjelaskan mengenai potensi Ormas sebagai mitra kementerian. Tito menyebut hal tersebut selain karena anggota Ormas dinilai memiliki militansi yang kuat, Ormas juga, menurut Tito, tidak terbatasi dengan aturan birokrasi yang cenderung kaku.

Tito kemudian kembali menyinggung mengenai manfaat kegiatannya ini untuk menginisiasi Ormas berkontribusi di masyarakat. Dia pun kemudian menyebutkan wacana untuk membuat pengelompokan bagi Ormas.

“Lepas dari penghargaan ini saya minta mungkin kepada Dirjen Polpum, pak Bahtiar, kita melakukan pendataan yang lengkap tentang Ormas-ormas yang ada. Kita buat grade-grade nya. Dengan pertimbangan tertentu, ini Ormas yang grade nya, apa namanya itu, bisa diajak berkolaborasi langsung. Ada yang mungkin Ormas yang dibina dulu. Supaya mereka bisa bergerak, berjalan, dan ada Ormas yang perlu diluruskan dulu, baru berjalan,” sebut Tito.

Dia pun kembali menjelaskan mengenai idenya tersebut. Menurutnya hal ini dapat menunjang kinerja kementerian yang dirasa memiliki kesulitan dalam menyentuh masyarakat di kalangan bawah.

“Setelah itu baru kita lempar ini. Karena mendagri terbatas. Kita lempar kepada wilayah pemerintah yang punya kepentingan, punya anggaran, gak punya kaki, banyak. Kementerian Sosial misalnya, Kementerian Kesehatan, Kementerian PPPA, punya anggaran tapi gak punya kaki. Ini mungkin yang bisa dimanfaatkan, di samping mungkin pihak-pihak swasta yang memang mereka memiliki kewajiban, Corporate Social Responsibility, ini juga mungkin perlu, sambungnya.

Usai menjelaskan idenya itu, Tito nyebut potensi kerjasama Kemendagri dengan salah satu Ormas yang dalam kegiatan ini mendapat penganugerahan bidang tata kelola pemerintahan, yaitu Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi atau Perludem. Dia membuka potensi kerjasama antara Perludem dan kementerian yang dia pimpin, dalam hal pelaksanaan Pemilu.

“Tadi saya tertarik, mohon izin saya punya waktu sedikit 15 menit, anda juga yang mendapat penghargaan dari Perludem, tentang demokrasi dan pemerintahan umum, konteksnya dengan pemilu ya, ini mungkin juga berkolaborasi dengan kita,” sebut Tito.

Editor: PARNA
Sumber: detiknews