Polri merotasi sejumlah pejabat internalnya, Kamis (24/10). Rotasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan setelah Tito Karnavian mundur dari jabatannya sebagai Kapolri karena ditunjuk menjadi Mendagri di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Salah satu yang dirotasi adalah Kapolda Gorontalo Irjen Pol Rachmad Fudail. Berdasarkan surat telegram dengan nomor ST/2850/X/KE/2019 yang diteken Rabu (23/10), Rachmad dipindah ke Lemdiklat Polri. Sementara itu, Brigjen Wahyu Widada akan mengisi posisi Kapolda Gorontalo yang ditinggalkan.

“Benar. Digantikan Wakapolda Riau, Brigjen Wahyu Widada,” kata Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Tri Cahyono kepada kumparan, Kamis (24/10).

Selain keduanya, Polri juga merotasi 38 pejabat tinggi Polri lainnya. Mulai dari jenderal bintang dua hingga bintang satu.

Di antaranya, Kakor Polairud Irjen Zulkarnain yang memasuki masa pensiun digantikan oleh Brigjen Lotharia Latif yang sebelumnya menjabat sebagai Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri.

Gubernur Akpol Irjen Pol Achmat Juri menjadi Analis Kebijakan Utaam Lemdiklat Polri. Posisinya digantikan oleh Brigjen Fiandar yang sebelumnya Karobindiklat Lemdiklat Polri.

Lalu, Brigjen Supratman dikukuhkan menjadi Kapolda Bengkulu.

Jenderal (Purn) Tito Karnavian resmi mundur pada Rabu (23/10). Untuk mengisi posisi Kapolri yang kosong, Presiden Joko Widodo sudah menyerahkan nama Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis ke DPR sebagai kandidat tunggal Kapolri.

“Pengganti Kapolri sudah kami ajukan hari ini ke DPR, Pak Idham Azis, Kabareskrim,” ujar Jokowi menjawab pertanyaan wartawan soal pengganti Tito, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10).

 

Editor: PAR
Sumber: kumparan