7 Gejala Kanker Serviks yang Harus Diketahui Perempuan Foto: ilustrasi/thinkstock 7 Gejala Kanker Serviks yang Harus Diketahui Perempuan Foto: ilustrasi/thinkstock

 

 

Jakarta – Kanker serviks atau yang biasa disebut kanker leher rahim merupakan salah penyakit berbahaya yang menyerang perempuan. Serviks sendiri merupakan leher yang berada di antara vagina dan rahim.

Sebanyak 99,7% dari kasus kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) yang menyerang leher rahim. Strain tertentu dari virus ini bisa menyebabkan sel-sel serviks menjadi tidak normal dan bisa berubah menjadi sel kanker dalam waktu beberapa tahun.

Dalam stadium awal, penyakit ini bisa diobati dengan operasi, sedangkan pada stadium akhir bisa dirawat dengan kemoterapi atau radioterapi. Jika tidak segera dideteksi dan dirawat, penyakit ini bisa berbahaya bagi kesehatan penderita.

Untuk itu, perempuan perlu mengetahui gejala-gejala munculnya kanker serviks serta cara pencegahannya. Berikut tujuh gejala kanker serviks yang dirangkum detikHealth:

1. Pendarahan Tidak Normal

Gejala kanker serviks stadium awal yang biasa ditemui adalah pendarahan vagina yang tidak normal. Pendarahan ini bisa muncul setelah berhubungan intim, saat bukan waktunya haid dan setelah mencapai menopause.

Karena bisa muncul di antara periode haid, banyak wanita yang mengira mereka sedang mengalami siklus haid yang tidak teratur. Jumlah pendarahannya juga lebih banyak dibandingkan saat haid sehingga membuat masa menstruasi menjadi lebih lama.

2. Keputihan Tidak Biasa

Keputihan merupakan sesuatu yang normal tapi ada saatnya keputihan menjadi tidak normal dan menandakan ada yang tidak beres dengan kesehatan kalian. Keputihan yang normal harusnya tidak berwarna dan tidak memiliki bau apa pun.

Tapi, jika keputihan kalian memiliki warna yang tidak biasa, aromanya menjadi tidak sedap serta teksturnya berubah, bisa menandakan gejala kanker serviks. Keputihan tidak normal ini juga bisa disebabkan oleh penyakit lain, sehingga lebih baik untuk segera dikonsultasikan ke dokter.

3. Rasa Sakit Saat Berhubungan Intim

Rasa sakit di panggul yang muncul saat berhubungan intim merupakan salah satu gejala kanker serviks yang harus diwaspadai. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala seperti ini untuk memastikan apakah ini tanda kanker serviks atau penyakit lainnya.

4. Sembelit

Sembelit atau konstipasi merupakan salah satu gejala kanker serviks yang sudah memasuki stadium lanjut. Gejala ini muncul ketika kanker serviks telah menyebar hingga usus besar.

5. Munculnya Darah di Urin

Gejala kanker serviks stadium lanjut lainnya adalah munculnya darah di urin atau hematuria. Jika mengalami hal ini saat buang air kecil, segera periksakan diri ke dokter.

Gejala Kanker Serviks yang Harus DiketahuiGejala Kanker Serviks yang Harus Diketahui Foto: istock

6. Sering Buang Air Kecil

Jika kalian sering merasa sakit saat buang air kecil atau tidak bisa menahan keinginan untuk ke kamar kecil bisa jadi hal ini karena gejala kanker serviks. Kondisi ini muncul karena sel kanker telah menyebar hingga kandung kemih.

7. Kaki Bengkak

Jika kanker serviks telah mencapai stadium lanjut biasanya menimbulkan komplikasi. Salah satunya adalah pembengkakan di bagian kaki.

Kondisi ini mungkin terjadi ketika sel kanker menekan pembuluh darah di panggul sehingga menghambat sirkulasi ke kaki. Akibatnya, terjadi penumpukan cairan di kaki yang membuatnya menjadi bengkak.

Setelah mengetahui gejala apa saja yang menandakan kanker serviks, kalian juga perlu tahu bagaimana cara deteksi dan pencegahannya. Untuk mendeteksi dan mencegah datangnya kanker serviks, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

1. Tes Pap Smear

Tes Pap smear bisa mendeteksi kondisi serviks pra-kanker sehingga bisa dipantau atau dirawat untuk mencegah kanker serviks. Pemeriksaan Pap smear bisa dilakukan setahun sekali oleh perempuan yang sudah menikah atau yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.

2. Vaksin HPV

Vaksinasi untuk mencegah infeksi HPV bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks dan kanker terkait HPV lainnya. Tapi sayangnya penggunaan vaksin HPV di negara berkembang masih terhalang harganya yang cukup mahal.

3. Safe Sex

Kurangi risiko ancaman kanker serviks dengan selalu menerapkan safe sex untuk mencegah penyakit menular seksual (PMS). Misalnya dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual dan tidak ganti-ganti pasangan.

4. Berhenti Merokok

Perempuan yang merokok memiliki risiko terancam kanker serviks lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak merokok. Untuk itu segera berhenti merokok untuk mencegah kanker serviks.

(vmp/erd)

Editor: PAR
Sumber: detikhealt