Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo┬ámempersilakan warga pendatang yang ingin meninggalkan Wamena, Jayawijaya, Papua usai peristiwa kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu. Tjahjo menyebut hal itu jadi hak bagi setiap warga negara.

Ribuan orang diketahui memutuskan untuk meninggalkan Wamena dan kembali ke daerah asal setelah kericuhan pecah pada Senin (23/9).

“Saya kira kalau toh warga yang mau kembali ke asalnya dan ada beberapa gubernur yang mau fasilitasi, enggak ada masalah. Apapun, setiap warga negara memiliki hak untuk dia tinggal di mana, mencari nafkah di mana dari Sabang sampai Merauke,” kata Tjahjo saat ditemui di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Senin (7/10).

 

Meski begitu, Tjahjo menegaskan isu konflik warga pendatang dan orang asli Papua sudah selesai. Isu itu, kata Plt Menkumham tersebut, hanya diembuskan beberapa pihak yang tak ingin Papua damai.

Mantan Sekjen PDIP itu mengklaim keadaan di Papua sudah aman. Bahkan ia memastikan pelayanan publik di Wamena sudah kembali normal.

“Hari ini Panglima TNI dan Kapolri memastikan ke sana. Kemudian tata kelola pemerintahan, walaupun masih meminjam kantor Kodim, juga pelayanan masyarakat jalan walaupun belum maksimal,” tuturnya.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa di Wamena, Papua, Senin (23/9) berujung ricuh. Kerusuhan diduga karena perilaku rasialus terhadap warga Papua. Kericuhan berujung pembakaran Kantor Bupati Wamena.

Kericuhan tersebut memicu para warga di Wamena mengungsi. Komandan Lanud Silas Papare Jayapura, Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso sempat menyatakan ada sekitar 15 ribu orang yang mengungsi dari Wamena ke Jayapura per Sabtu (5/10).

Kemudian ada warga yang pulang ke daerah asalnya seperti 132 orang asal Sumbar yang pulang kampung pada Jumat (4/10). Lalu 62 orang mengungsi dari Wamena ke Surabaya pada Minggu (6/10).

Presiden Jokowi sempat mengimbau warga Wamena untuk tak mengungsi meski ada kericuhan di daerah tersebut.

“Tapi terus kita imbau agar masyarakat tidak keluar dari Wamena karena aparat keamanan sudah bisa mengamankan,” ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9).

Editor: PAR
Sumber: CNN Indonesia