Memutuskan untuk berpisah dari orang yang dicintai dalam hidup tentu bukan perkara mudah. Apalagi jika sudah melewati banyak hal bersama.
Hal itu pula yang dirasakan Angelina Jolie ketika harus menghadapi kenyataan perpisahannya dengan Brad Pitt pada tahun 2016 silam.
Meski telah tiga tahun berlalu, bintang film “Tomb Raider” ini masih mengingat betapa hancurnya perasaannya kala itu.
“Itu adalah momen yang begitu rumit,” kata Angelina Jolie di sela-sela pemutaran perdana ‘Maleficient: Mistress of Evil’ di Tokyo, Jepang, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (7/10).
Rasa terpukulnya Angelia Jolie saat itu bahkan membuat wanita yang juga dikenal sebagai aktivis kemanusiaan ini seperti tidak mengenal dirinya sendiri.
Ia merasa sangat kecil. Bahkan hampir merasa dirinya sudah tidak penting lagi.
“Tapi kekuatanku (akhirnya) datang dari anak-anak,” ujar Angelina Jolie.
Selama 12 tahun hidup bersama dengan Brad Pitt, Angelina Jolie memiliki enam orang anak.
Tiga anak merupakan hasil adopsi, sementara tiga lainnya merupakan anak biologis keduanya. Setelah berpisah, keenam anak Jolie berada di bawah pengasuhannya.
“Siapa pun yang telah menjadi orang tua tentu tahu bahwa akan ada kekuatan yang tumbuh dengan sendirinya dari dalam diri,” ujar Angelina Jolie.
Lebih lanjut ia mengatakan, semangat dari anak-anaknya pada akhirnya juga membuat ia jadi berpikir ulang tentang apa yang ada dalam dirinya.
“Saya tidak tahu apa yang ditakdirkan pada saya, tetapi apa yang saya yakini adalah saat itu saya berada dalam masa transisi kembali ke akar diri saya sendiri,” ujarnya.
Kini Jolie merasa lebih kuat dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Baik untuk anak-anaknya, maupun anak-anak di seluruh dunia dimana ia ditunjuk sebagai Duta Kemanusiaan oleh PBB.
“Semua hal ini mengingatkan diri kita bahwa betapa beruntungnya kita dalam hidup,” ujar Angelina Jolie.
Editor: PAR
Sumber: kumparan