Mengasuh dan menjaga anak memang bukan hanya tugas ibu saja, peran ayah juga sangat penting. Bicara tentang anak perempuan, biasanya membuat para ayah lebih protektif.
Bagi Baldy Mulya Putra, ayah dari Naura, ayah yang protektif pada anak perempuannya sangat wajar. Sebab tidak bisa dipungkiri juga perkembangan zaman sudah berbeda. Walaupun Baldy merupakan tipe ayah yang protektif, tapi dia selalu percaya pada Naura, sehingga dia pun tak pernah membatasi ruang gerak anak-anaknya.
“Jadi ketika Naura sedang ingin jalan-jalan dengan teman-temannya, aku ingatkan untuk pulang jam 7 sudah sampai rumah, karena dia pergi sejak siang, misalnya. Dan Naura biasanya sudah ada di rumah sejak setengah 7,” ujar Baldy dalam acara Media Gathering, Shopee 10.10 Brands Festival “Jumat Bersama Bapak”, di Jakarta Selatan, Jumat (4/10).
Ia percaya jika dia menaruh kepercayaan kepada anak-anaknya, mereka pun dengan sendirinya akan memenuhi komitmen yang disepakati bersama tanpa harus memaksa. Karena, menjadi ayah yang terlalu protektif juga kurang baik untuk perkembangan anak-anak. Nah Moms, melansir dari The Asian Parent Filipina, berikut ini adalah efek jika si ayah terlalu protektif pada anak:
Anak Sulit Membuat Keputusan Sendiri
Banyak ayah yang terlalu protektif terhadap anaknya, sehingga si kecil sulit membuat keputusan sendiri. Hal itu tentu berimbas pada kepercayaan dirinya. Ayah yang mengajarkan anak untuk tidak mengambil risiko, maka membuat si kecil terbiasa menerima saja. Padahal dengan membuat kesalahan, mereka bisa belajar dari pengalaman dan anak bisa mengatasi masalahnya sendiri ketika dewasa.
Anak Menjadi Pemberontak
Ini tidak hanya berlaku untuk anak perempuan, tetapi jika suami terlalu protektif terhadap semua anaknya, akan memungkinkan mereka menjadi pemberontak. Alih-alih melarang anak perempuan dari kegiatan tertentu, komunikasi terbuka, percakapan yang sehat, dan rasa hormat bisa lebih efektif dalam membina perilaku yang baik pada anak.
Anak Jadi Salah Paham soal Sosok Pria
Ada yang bilang, bahwa ayah adalah cinta pertama putrinya, Moms. Hal itu mungkin memang benar, sebab ayah merupakan contoh pertama tentang sosok pria. Jadi ketika, ayah terlalu protektif, hal itu akan menggambarkan bahwa anak laki-laki itu tidak menyenangkan. Ayah yang mengajarkan anak perempuannya untuk takut terhadap pria, berisiko mencegahnya memiliki hubungan pertemanan yang sehat dengan lawan jenisnya di masa depan, Moms.
Walaupun peran kita sebagai ibu merupakan yang utama dalam pengasuhan anak, namun tetap saja, kita juga harus mengingatkan suami untuk bisa mempercayai anak perempuannya. Seperti yang dilakukan Baldy, protektif boleh pada anak perempuan, namun jangan sampai tidak memberikan kepercayaan padanya. Yang terpenting adalah menjaga komitmen yang sudah disepakati bersama.
Editor: PAR
Sumber: kumparan