Banyaknya wajah-wajah baru di DPR RI 2019-2024 yang baru dilantik Senin (1/10), memunculkan harapan soal DPR yang lebih baik. Bahkan, dari 286 anggota DPR baru atau 29,74% dari 575, tak sedikit dari kalangan anak muda.
Salah satunya adalah Rizki Aulia Rahman Natakusumah yang berusia 24 tahun. Dia menjadi anggota DPR setelah mengantongi 56.123 suara di daerah pemilihan Banten I yang mencakup Kabupaten Pandeglang dan Lebak.
Rizki memang ‘anak kemarin’ sore di DPR, tapi nama belakangnya langsung membuat kita tahu dia adalah anak politikus Dimyati Natakusumah. Ya, dalam pelantikan anggota DPR, Rizki dilantik bersama dengan ayahnya, Dimyati Natakusumah.
Keduanya bertarung di dapil yang sama yaitu Banten I, namun beda partai. Rizki maju dari Partai Demokrat, Dimyati maju dari partainya yang baru, PKS. Bagi Dimyati, periode ini dia menjadi anggota DPR ketiga kali, dua sebelumnya dari PPP.
Insting politik Rizki jelas genetik. Selain tangan dingin Sang Ayah yang juga bekas Bupati Pandeglang 2 periode, Ibunda Rizki adalah Bupati Pandeglang yang saat ini menjabat yaitu Irna Narulita. Irna juga sebelumnya anggota DPR.
Lalu muncul asumsi Rizki menjadi anggota DPR karena campur tangan orang tuanya. Benarkah?
Kepada kumparan, Dimyati membantah asumsi itu. Dia bercerita anaknya lolos menjadi anggota DPR karena usahanya sendiri. Rizki yang merupakan jebolan University Nottingham, Inggris, itu menggarap serius suara di dapil.
“Rizki memiliki daya magnet tinggi. Dia cepat bergaul, akomodatif, dan tidak eksklusif. Orangnya terbuka, cerdas. Saya lihat anak ini lebih hebat dari bapaknya,” ucap Dimyati, Kamis (3/10).
Dimyati menyebut, anaknya memilih meniti karier di Partai Demokrat karena pilihan sendiri. Rizki tertarik dengan Partai Demokrat di Amerika. Dia juga mengidolakan SBY, Ketum Partai Demokrat.
“Waktu pelatihan di Lemhanas (pelatihan sebelum pelantikan DPR), Rizki jadi ketua kelompok. Anggotanya ada Saan, Puti Guntur. Jadi memang jiwa kepemimpinannya sudah ada, hanya mungkin perlu diasah kecerdasan emosional juga ilmu politiknya,” terang doktor bidang hukum itu.
Soal penempatan komisi di DPR, Dimyati menyebut anaknya punya latar belakang ekonomi pembangunan. Sehingga bisa ditempatkan di komisi V (infrastruktur, perhubungan), VI (perindustrian, perdagangan), atau komisi XI (keuangan). Sementara Dimyati ingin komisi III (hukum, keamanan).
“Saya alhamdulillah punya kader ada yang bisa meneruskan (perjuangan politik). Bapaknya hanya mendoakan, mudah-mudahan tidak kepeleset dan tidak salah melangkah. Selalu ingatkan itu,” pungkas Dimyati.
Editor: PAR
Sumber: kumparan