Sang runner-up Liga Champions musim lalu, Tottenham Hotspur, harus menanggung malu saat menghadapi Bayern Muenchen di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (2/10/2019) dini hari WIB. Di laga kedua babak grup Liga Champions, Spurs takluk telak 2-7.
Dari kubu Bayern, Joshua Kimmich mencetak satu gol. Robert Lewandowski membukukan brace dan terakhir Serge Gnabry menciptakan quat-trick. Sementara, gol balasan Spurs muncul dari kaki Son Heung-min dan Harry Kane.
Karena hasil ini, Bayern kokoh di puncak klasemen Grup B dengan torehan 6 poin. Sementara, Spurs berada di posisi ketiga karena hanya mengoleksi 1 poin.
***
Spurs memandang pertandingan ini dengan serius. Tengok saja susunan kesebelasan mereka, terutama komposisi lini serang. Son Heung-min bertandem dengan Harry Kane di posisi striker, lalu dibantu Dele Alli yang bertugas sebagai ‘gelandang nomor 10’.
Di sisi lain, Bayern juga sangat ingin mencuri tiga poin. Meski status Die Roten kali ini ialah tim tandang. Sehingga, nama-nama besar macam Serge Gnabry, Philippe Coutinho, Kingsley Coman berada di belakang sang striker tunggal, Robert Lewandowski.
Laga ini sendiri berjalan intens, bahkan sejak menit pertama. Ketika itu, Gnabry berhasil mengecoh lini pertahanan The Lilywhites dan berada dalam situasi satu lawan satu.
Upaya ini memang pada akhirnya urung berujung gol. Kendati begitu, dari aksi Gnabry inilah kedua tim terpacu untuk melayangkan tembakan demi tembakan dari berbagai sudut. Akurasinya sendiri, sungguh mengagumkan.
Hingga turun minum, Bayern bisa melancarkan 5 tembakan tepat sasaran dari total 9 upaya. Sementara, Spurs melayangkan 8 tembakan dan 5 di antaranya akurat. 3 tembakan dari kedua tim selama itu pada akhirnya juga berujung gol.
Spurs mencetak gol terlebih dahulu pada menit ke-12. Bermula dari kontrol buruk Corentin Tolisso, Dele Alli bisa merebut bola dan melancarkan umpan ke Moussa Sissoko. Gelandang asal Prancis itu kemudian melancarkan umpan terobosan ke kotak penalti.
Umpan itu berhasil diterima Son dengan baik. Dengan sekali sepak, penyerang Korea Selatan ini mengonversikannya menjadi gol.
Tiga menit kemudian, datanglah gol penyama kedudukan Bayern. Skema gol ini sendiri begitu indah. Usai sukses menipu Tanguy Ndombele melalui aksi individual, Joshua Kimmich melancarkan tembakan dari luar kotak penalti yang berujung gol.
Setelah gol tersebut, kedua tim saling serang. Namun, di akhir babak pertama, muncul kemelut di kotak penalti Spurs. Kondisi ini berhasil dimanfaatkan Lewandowski untuk melayangkan tembakan yang gagal ditepis kiper lawan, Hugo Lloris.
Setelah babak pertama berakhir 2-1 untuk Bayern, narasi laga ini sempat berjalan satu arah. Terutama dari menit ke-54 hingga menit ke-56. Selama kurun waktu tersebut, Gnabry berhasil bikin dua gol dengan memanfaatkan kesalahan pemain Spurs.
Namun, Spurs mendapatkan ‘durian runtuh’ pada menit ke-58. Kala itu, wasit melihat Danny Rose dijatuhkan Coman di kotak penalti. Penalti diberikan, dan Kane berhasil melakukan tugasnya dengan tendangan keras ke pojok kanan-bawah gawang.
Setelah gol tersebut, manajer Spurs, Mauricio Pochettino, menggunakan seluruh substitusinya. Salah satunya ialah dengan mengganti Tanguy Ndombele dengan sang playmaker Christian Eriksen pada menit ke-64.
Namun, bukannya berhasil mencetak gol lainnya, Spurs malah kebobolan. Memanfaatkan umpan Thiago Alcantara, Gnabry berhasil menciptakan gol ketiganya di laga ini dengan cepat.
Malang bagi Spurs, Lewandowski dan Gnabry masih bisa menambah keunggulan Bayern di sisa pertandingan. Gol tersebut sukses bikin stadion hening. Laga ini pun berakhir dengan kekalahan telak 2-7 bagi Spurs.
Editor: PAR
Sumber: kumparan