Adhisty Zara kembali terlibat dalam film layar lebar. Cewek berumur 16 tahun itu kali ini bermain dalam film horor berjudul ‘Ratu Ilmu Hitam’.
Zara mengaku bahwa ia merupakan sosok penakut dan cukup sensitif dengan hal-hal yang berbau mistis. Karena itu, ia sebenarnya tidak menerima tawaran main film horor.
“Tapi, film ini tuh, beda dari film horor yang lain, karena di sini benar-benar menceritakan tentang teror, bukan yang hantu-hantuan gimana gitu,” kata Zara ketika ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Film garapan sutradara Kimo Stamboel ini merupakan reboot dari film terhadulunya yang dirilis tahun 1981. Kala itu, film ‘Ratu Ilmu Hitam’ sempat dirilis di Amerika, Prancis, Spanyol, dan sejumlah negara Eropa lainnya.
Menurut Adhisty Zara, film ‘Ratu Ilmu Hitam’ yang skenarionya ditulis oleh Joko Anwar punya jalan cerita yang cukup kuat. Film itu akan semakin menyeramkan dengan penggunaan teknologi yang makin maju saat ini.
“Banyak CGI juga, keren banget di trailer-nya juga. aku enggak sabar nungguinnya. Aku masih merinding sampai sekarang,” jelas Zara.
Cewek kelahiran Bandung, Jawa Barat, ini menyakini film horor perdananya itu bakal jadi film yang keren. Zara pun menyimpan rasa penasaran yang besar terhadap hasil keseluruhan film tersebut nanti. Apalagi, banyak adegan lain yang dia tak pernah lihat bagaimana proses penggarapannya.
“Aku enggak nyangka, lho, karena ‘kan seperti sudah dibilang kakak-kakak yang lain, kita tuh syuting enggak tahu yang lain lagi syuting apa karena enggak pernah bareng dan jarang satu frame bareng yang lain juga,” tutur Zara.
Kejadian menyeramkan kadang dialami ketika menjalani syuting film horor. Zara merasakan hal demikian. Kejadian tersebut terjadi pada saat dia berteriak kencang.
“Aku enggak pernah teriak yang kenceng banget, biasanya aku ketawa kenceng, tapi kalau teriak ketakutan aku belum pernah ketakutan kayak diteror gitu,” ujar Zara.
“Pas di sana teriak kenceng sampai suara aku sakit banget, tiba-tiba lampunya mati habis aku teriak. Aduh, sudah males banget, habis itu pulang, mandi, berdoa, salat,” sambungnya.
Lokasi syuting film yang berada di kawasan Cirebon, Jawa Barat, itu memang juga cukup menyeramkan. Zara mengaku lebih menjaga sikap selama proses penggarapan film tersebut.
“Enggak aneh-aneh, sih, di sana kita kalau ada waktu pulang lebih cepat, kita lebih ke main saja sama yang lain, enggak mau macem-macem, karena sudah tahu nanti malah ribet semuanya,” tutur Zara.
Film ‘Ratu Ilmu Hitam’ bercerita tentang Hanif (Aryo Bayu) yang membawa istrinya Nadya (Hannah Al Rasyid) beserta ketiga anaknya menuju panti asuhan tempat dia dibesarkan. Pengasuh panti tersebut Pak Bandi (Yayu Unru) tengah mengalami sakit keras.
Kedatangan Hanif itu disusul oleh sahabatnya Anton (Tanta Ginting) dan Jefri (Miller Khan) yang juga membawa serta istri mereka. Rupanya, malam itu menjadi malam penuh teror bagi mereka.
Adhisty Zara sendiri berperan sebagai Dina, salah satu anak dari Hanif dan Nadya. Karakter Dina sendiri disebut Zara tak jauh dari karater personalnya.
“Mungkin di sana aku jadi (lebih) tomboi, ya, suka pakai flanel,” tutup Adhisty Zara.
Selain Zara, film ‘Ratu Ilmu Hitam’ dibintangi pula oleh Tanta Ginting, Miller Khan, Ari Irham, Putri Ayudya, Ade Firman Hakim, Muzakki Ramdhan, dan beberapa bintang lainnya. Film ini akan tayang 7 November mendatang.
Editor: PAR
Sumber: kumparan