Jakarta – Gunung api Ulawun di Kepulauan Bismarck, Papua Nugini, meletus pada Selasa (1/10) dini hari. Sejumlah penduduk yang sudah kembali akibat erupsi sebelumnya terpaksa mengungsi lagi.

Kanto berita AFP melaporkan, Kantor Bencana West New Britain mengatakan bahwa banyak penduduk masih menetap di pengungsian akibat erupsi sebelumnya.

Aktivitas seismik sebelumnya sudah mulai terdeteksi pada Senin (30/9) tengah hari waktu setempat. Erupsi kemudian terjadi pada hari ini pukul 04.30 waktu lokal.

“Saat itu tidak ada suara dan dalam keadaan gelap tepat sebelum subuh, erupsi mulai terlihat (dengan) adanya pecahan cahaya merah yang meletus,” ujar Wakil Direktur Observatorium Gunung Berapi Rabaul, Ima Itikarai.

Ima menambahkan abu vulkanik mulai terlihat ketika langit berangsur-angsur terang. Penduduk setempat, Chris Lagisa, menyatakan penduduk dapat mendengar suara semburan gas dan aliran lahar.

Gunung Ulawan merupakan salah satu gunung api yang paling berbahaya, dan terdaftar sebagai salah satu dari “Gunung Api Dasawarsa” yang menjadi objek penelitian karena risiko erupsi yang besar.

Erupsi ini merupakan yang kedua kali sejak 26 Juni lalu yang menyebabkan 13 ribu orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka. (fls/ayp)

Editor: PAR
Sumber: CNN Indonesia