Real Madrid masih bisa bersorak. Zinedine Zidane untuk sementara bisa bernapas lega. Laga melawan Osasuna dibereskan dengan kemenangan 2-0.
Bertanding di Santiago Bernabeu pada Kamis (26/9/2019), Vinicius Junior dan Rodrygo mempersembahkan gol yang memastikan Madrid meraup poin penuh. Mencetak gol di laga debut, tentu saja malam ini istimewa bagi Rodrygo.
Skema 4-1-4-1 dipilih Zidane untuk laga pekan keenam La Liga 2019/20 ini. Keseimbangan antarlini menjadi alasan masuk akal mengapa ia menggunakan skema demikian.
Luka Jovic ditempatkannya sebagai penyerang tunggal. Sementara, lini kedua diisi oleh Junior, Toni Kroos, Federico Valverde, dan Lucaz Vazquez. Osasuna yang turun gelanggang dengan formasi 4-4-2 menempatkan Marc Cardona dan Brandon di pos penyerangan.
Dalam laga-laga sebelumnya, kreativitas di lini tengah menjadi persoalan utama Madrid. Untungnya, situasi demikian tidak muncul di laga ini.
Kroos ibarat kunci yang membukakan pintu keunggulan Madrid. Ia memang tidak mencetak gol, tetapi punya peran krusial dalam menggagas serangan.
Bahkan gol Junior pada menit 36 itu juga lahir berkat assist-nya. Begitu menerima operan yang dimulai dari serangan balik, Kroos langsung berlari ke dalam kotak. Namun, ia tidak bisa menjangkau kotak karena diadang oleh empat pemain lawan.
Beruntung, Junior juga jeli membaca situasi. Ketika Kroos berlari menggiring bola, ia begitu berlari. Konektivitas seperti itu memudahkan Kroos untuk melanjutkan serangan.
Begitu lawan mengeroyok ia tinggal melepaskan umpan pendek ke Junior. Masalah belum selesai. Posisi Junior dan Kroos yang cukup rapat memudahkan penggawa Osasuna untuk mengepung.
Junior tidak kehilangan akal. Ia melepaskan sepakan jauh dari luar kotak penalti. Siapa yang menyangka pula tembakan itu berujung gol keunggulan pertama?
Tidak cuma soal assist ini. Kroos juga membuat empat tembakan dengan dua di antaranya mengarah gawang dan tiga umpan kunci. Catatan terakhir menjadi yang terbanyak di antara seluruh pemain.
Keunggulan 1-0 membuat Madrid tambah menggila di babak kedua. Mereka bahkan membuat 10 percobaan di sepanjang paruh kedua.
Meski hanya tiga yang mengarah gawang, satu di antaranya adalah umpan Casemiro yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Rodrygo pada menit 72.
Serupa gol pertama, torehan kedua ini juga dibangun dari area tengah. Casemiro yang dikepung lawan tidak mau muluk-muluk. Menyadari Rodrygo bebas dari kawalan, ia melepaskan umpan yang dikonversi menjadi gol.
Keberhasilan ini konon membuat Rodrygo menjadi pemain kelahiran abad 21 pertama yang mencetak gol untuk tim senior Madrid. Yep, youngster yang satu ini lahir pada 2001.
Ngomong-ngomong soal golnya itu, Rodrygo menjelaskan bahwa kepercayaan yang diberikan Zidane begitu penting buatnya. Torehan tersebut tambah istimewa karena ia hanya membutuhkan waktu satu menit untuk mencetak gol.
Ya, begitulah. Rodrygo masuk pada menit 71 menggantikan Junior.
“Mister [Zidane] tahu apa yang harus dilakukan dan dia berbicara dengan saya setiap hari untuk terus bekerja keras. Saya sangat bahagia. Zidane memberikan ketenangan dan kepercayaan. Saya kira sikap itu yang membuat semuanya berjalan dengan baik,” kata Rodrygo.
“Saya lumayan speechless. Ini adalah momen yang selalu saya impikan sejak mulai bergabung dengan Real Madrid. Masuk lapangan Bernabeu dengan fans yang menyerukan nama saya,” jelas pemain berusia 18 tahun ini.
Oke, kembali ke laga. Tertinggal 0-2 membuat Osasuna merapatkan barisan pertahanan. Hal itu menyulitkan para pemain depan Madrid untuk berkreasi sehingga mereka sempat kesulitan untuk mengalirkan bola ke garda depan.
Namun, para penggawa Osasuna juga kesulitan membangun serangan dan gagal mencetak gol. Dari situ, laga selesai dengan kemenangan 2-0 untuk Madrid.
Editor: PAR
Sumber: kumparan