Presiden Jokowi menerima sejumlah perwakilan tokoh adat Papua dan Papua Barat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/9). Pertemuan itu menjadi ajang untuk menyampaikan aspirasi dari para tokoh Papua ke Jokowi, mulai dari pemekaran daerah hingga pembangunan Istana di bumi cenderawasih.
 
Usai mendengarkan aspirasi para tokoh Papua, Jokowi menyetujui salah satu usul yaitu membangun Istana Kepresidenan di Papua. Usul ini disampaikan agar Jokowi bisa ngantor di Papua.
“Istana, ini kan yang sulit tanahnya. Ini tanahnya tadi disediakan 10 hektar, gratis. Benar sudah ada? Nanti kalau disampaikan hari ini, de facto sudah diserahkan, saya diskusi dulu dengan para menteri. Jadi mulai tahun depan Istana ini akan dibangun,” kata Jokowi di lokasi.
Sementara itu, untuk permintaan penyelesaian pembangunan satelit Palapa Ring Papua, Jokowi berjanji akan mengebut sehingga bisa rampung akhir tahun ini. Jokowi juga berjanji warga Papua akan menikmati kelancaran internet.
Tak hanya itu, Jokowi juga setuju pembangunan asrama Nusantara di Papua.
“Kemudian mengenai asrama nusantara, saya setuju. Mengenai Palapa Ring akan selesai semuanya akhir tahun ini. Jadi di tanah Papua 4G semuanya,” ujarnya.
 
Tak hanya itu, Jokowi juga setuju dengan adanya usul pembentukan Lembaga Adat untuk Perempuan dan Anak di Papua. Menurut dia, pembentukan lembaga adat ini positif untuk mengoptimalkan pembangunan SDM di Papua.
“Kemudian lembaga adat untuk perempuan dan anak silakan dibentuk itu juga bagus untuk memberikan akselerasi dan perlindungan bagi perempuan dan anak,” tutur dia.
Terakhir, untuk usul pembentukan Badan Nasional untuk Urusan Papua, Jokowi belum memberikan jawab. Menurut dia, diperlukan kajian terlebih dahulu untuk menentukan apakah badan ini mendesak atau tidak.
“Badan Nasional untuk Urusan Papua, nanti coba kita jajaki apakah memungkinkan atau tidak. Saya akan jawab setelah kajian itu,” tutur Jokowi.
Sebanyak 61 tokoh Papua dan Papua Barat hadir dalam silaturahmi bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan sejumlah aspirasi untuk membangun Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
Abisai Rollo, Ketua DPRD Provinsi Papua yang juga hadir sebagai salah satu perwakilan tokoh Papua, menyampaikan sejumlah poin-poin aspirasi dalam rangka membangun Papua ke depannya. Mulai dari usulan pemekaran daerah-daerah hingga pembangunan asrama nusantara di seluruh kota di Indonesia.
“Kita minta pemekaran, kedua pembentukan Badan Nasional Urusan Tanah Papua, ketiga penempatan pejabat eselon satu dan dua di tingkat kementerian dan pembangunan asrama nusantara di seluruh kota, dan menjamin keamanan mahasiswa Papua,” kata Abisai, Selasa (10/9).
Abisai juga meminta pemerintah untuk merevisi UU Otonomi Khusus (UU Otsus) dalam Prolegnas 2020, adanya pengangkatan tenaga honorer menjadi ASN, hingga percepatan pembangunan satelit Palapa Ring di Papua.
“Usulan revisi UU Otsus dalam Prolegnas 2020, menerbitkan Inpres untuk pemgangkatan ASN, honorer di Tanah Papua, percepatan Palapa Ring Timur Papua, Bapak Presiden mengesahkan Lembaga Adat Perempuan dan Anak Papua,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, mereka juga meminta agar pemerintah dapat membangun Istana Kepresidenan di Papua. Agar ketika Jokowi datang ke Papua bukan hanya sekadar berkunjung, namun sekaligus berkantor di sana.
“Membangun Istana Kepresidenan RI di Papua, di ibu kota provinsi Papua di Kota Jayapura. Sehingga perjalanan Bapak Presiden ke Papua diubah dari berkunjung ke Papua dan (menjadi) berkantor di Papua,” ujarnya.
“Saya minta dengan hormat membangun Istana Kepresidenan di Papua. Pak Jokowi bisa berkantor pertama di Papua,” pungkasnya.
Editor: PAR
Sumber: kumparan