Kriss Hatta jadi tersangka kasus dugaan penganiayaan Foto: D.N. Mustika Sari/kumparan
Kriss Hatta jadi tersangka kasus dugaan penganiayaan Foto: D.N. Mustika Sari/kumparan
POJOK BATAM.ID – Aktor Kriss Hatta kini mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya imbas kasus dugaan penganiayaan. Kriss memukul wajah Antony Hillenaar sehingga hidungnya terluka.
Sebenarnya proses perdamaian sudah terjalin di antara keduanya. Hal ini terjadi setelah ibunda Kriss, Tuty Suratinah alias Ana, mampu menyakinkan Antony berdamai dengan anaknya.
Ibunda Kriss Hatta dan Anthony. Foto: Giovanni/kumparan
Meski sudah ada perdamaian, kasus hukum yang menjerat Kriss Hatta masih tetap berlanjut. Pihak kepolisian memperpanjang masa penahanan pria 31 tahun itu.
“Iya benar (diperpanjang penahanannya), 40 hari sesuai surat perintah,” kata Kanit IV Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Rovan Richard Mahenu saat dikonfirmasi kumparan, Senin (12/8).
Kriss Hatta. Foto: GIovanni/kumparan
Sementara itu, kuasa hukum Kriss, Machi Achmad, mengungkapkan alasan kasus hukum yang menjerat kliennya masih terus berlanjut, meski sudah ada perdamaian.
“Ini ‘kan delik biasa, tidak serta merta kalau ada proses perdamaian atau pencabutan laporan itu bisa menghentikan proses hukum,” ucap Machi saat dikonfirmasi kumparan.
Machi mengatakan pihaknya kini mengikuti keputusan dari pihak kepolisian. Meski begitu, mereka tetap berusaha untuk membebaskan Kriss.
“100 persen yakin (Kriss bisa bebas). Kami berusaha menyakinkan bahwa kasus ini tidak ada gunanya lagi karena sudah saling berdamai,” ujar Machi.
Ibunda Kriss Hatta dan Anthony. Foto: Giovanni/kumparan
Kriss Hatta ditangkap polisi pada 24 Juli lalu di sebuah rumah kos di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Atas perbuatannya memukul Antony, Kriss terancam hukuman penjara selama 2 tahun 8 bulan.
Antony memutuskan untuk berdamai karena dia melihat masalahnya yang terkait dengan Kriss makin melebar. Ana sempat melaporkan Antony atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Selain itu, ada dugaan Antony melakukan pemerasan ke Ana.
“Makin lebar intinya. Semua nanti dirugikan. Kalau kita tidak damai nanti timbul laporan baru lagi. Makanya pilih jalur damai sehingga semua bisa melanjutkan kehidupan masing-masing,” tutur Antony saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (7/8).
Editor: HEY
Sumber: Kumparan