Presiden Jokowi meninjau lokasi alternatif ibu kota negara di kawasan Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (7/5/2019).
Presiden Jokowi meninjau lokasi alternatif ibu kota negara di kawasan Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (7/5/2019).

POJOK BATAM.ID PENAJAM – Rencana pemindahan ibukota negara semakin mengerucut di Pulau Kalimantan, setelah Presiden Joko Widodo menyampaikan dalam rapat terbatas yang juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Rencana pemindahan ibukota ini bagi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sudah cukup lama terdengar.

Bahkan jauh sebelum Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan di Samboja beberapa waktu lalu,

tim dari Pemerintah Pusat sejak tahun 2017 lalu sudah datang khususnya di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam untuk melakukan survei.

Baca: Demi Pemindahan Ibu Kota di Kalimantan, Presiden Jokowi akan Jual Aset Negara Rp 150 Triliun

Baca: Paradoks Pemindahan Ibu Kota Indonesia, Pertambangan Ilegal Batu Bara Marak di Bukit Soeharto Kaltim

Bahkan Tim Korlantas Mabes Polri juga pernah datang untuk melakukan survei bahkan melakukan pertemuan dengan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU.

Bukan hanya itu, mereka juga meminta data mengenai lokasi Sotek yang sebagian besar lahan merupakan milik perusahaan perkebunan dan kehutanan.

Kabar terbaru adalah adanya Patok Geosoasial yang dipasang Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk menentukan titik koordinat wilayah. Patok ini sama dengan yang dipasang sejumlah titik di Kota Balikpapan.

Patok ini dipasang di Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dalam akun tersebut tertulis bila ada patok warga orange di Kelurahan Pantai Lango, penanda ibukota baru.

Editor: HEY
Sumber: TRIBUNNEWS.COM