Pojok BatamPenyambungan pipa High Density Polyethylene (HDPE) yang menghubungkan Waduk Seibati menuju Waduk Sentani sudah mencapai 95 persen. Bulan ini diperkirakan proyek tersebut rampung dan bisa segera dipergunakan.
“Penyambungannya Tinggal 800 meter lagi, bulan ini sudah selesai dan dapat dipergunakan setelah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sentani nanti sudah selesai dibangun,” ujar Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Karimun, Almansa Fitra, Kamis (1/11).
Sebelumnya, Pemkab Karimun menggelontorkan Rp 4,5 miliar untuk membangun pipa HDPE diamater 315 mili meter sepanjang 4.200 meter pada tahun 2016 lalu. Kemudian, proyek tersebut dilanjutkan dan diampungkan di tahun 2018 ini.
“Kalau ditotal, panjang HDPE mencapai lima kilometer, semuanya akan terkoneksi dari tiga waduk yang ada di Pulau Karimun,” ungkapnya.
Direktur PDAM Tirta Karimun Indra Santo mengatakan, pengerjaan infrastruktur air bersih di Karimun dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) senilai Rp 16,5 miliar.
Kemudian ditambah Rp 5,180 miliar dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Karimun.
Menurutnya, proyek tersebut ditargetkan rampung Desember tahun ini. Koneksi Waduk Seibati dan Waduk Sentani bisa langsung diujicobakan di akhir tahun itu juga.
“Proyek ini akan menghasilkan air bersih 50 liter per detik untuk 3.000 pelanggan. Artinya, masyarakat sudah bisa menikmati air bersih dari PDAM Tirta Karimun dengan harga terjangkau,” ungkapnya.