Pojok BatamPasar saham Indonesia akhir pekan ini masih tertahan di fase konsolidasi minor, sehingga bisa menjadi potensi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai momentum mengakumulasi pembelian.

“Peluang koreksi wajar dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka menengah dan panjang,” kata analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, di Jakarta, Jumat (2/11).

Menurutnya, sejauh ini kondisi fundamental perekonomian domestik masih cukup kuat untuk menopang laju IHSG menuju pola kenaikan jangka panjang.

“Kondisi pergerakan IHSG pada akhir pekan ini terlihat masih akan berada dalam fase konsolidasi wajar,” ungkapnya.

Menurut William, rilis data perekonomian dari dalam negeri, terutama laju inflasi yang masih terkendali, menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG untuk melanjutkan proses kenaikan hingga beberapa waktu mendatang.

Lebih lanjut dia menyatakan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.745, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 5.988.

Dengan demikian, jelas dia, laju konsolidasi IHSG yang cenderung mengalami koreksi tersebut bisa dimanfaatkan pelaku pasar dengan mengakumulasi sepuluh saham berikut:

1. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
2. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
5. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
6. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)
7. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
8. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
9. PT Bank Jatim Tbk (BJTM)
10. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)