Pojok Batam Kedatangan Calon Wakil Presiden (Cawapres) pasangan nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno ke Batam pada Senin (29/10) lalu, tidak sekedar safari politik. Lebih dari itu, menjadi momen nostalgia buat Sandi yang mengaku pernah di PHK dan mulai merintis usaha di Batam.

Sandi mengatakan, Batam adalah kota dimana ia mulai merintis usaha yang awalnya hanya memiliki tiga karyawan pada tahun 1997. Sebelum itu, Sandi yang baru menikah harus menerima kenyataan bahwa ia harus terkena PHK, karena perusahaan tempat ia bekerja tidak mampu bertahan ketika itu.

Meskipun tidak menjelaskan secara detil apa usaha yang ia rintis di Batam, Sandi mengaku ingat dengan pasti tanggal berapa ia memulai usaha, karena hari itu menjadi tinggal awal hingga ia saat ini mampu mempekerjakan sekitar 30 ribu karyawan.

“21 tahun lalu hanya dengan tiga karyawan, saya memulainya di Batam, saya tidak akan lupa itu,” kata Sandi.

Sandi bercerita, campur tangan tuhan menjadi hal yang tidak bisa tidak harus diyakini setiap orang. Ia mengaku itulah yang ia alami ketika memulai usaha di tengah keadaan yang sangat mengkhawatirkan saat krisis itu.

Saat kondisi ekonomi mengalami keterpurukan, Sandi mengaku sangat yakin dengan hadirnya peluang, walaupun jauh lebih kecil dibandingkan ancaman kegagalan yang mengintai. “PHK itu menambah keyakinan saya bahwa Allah takdirkan saya memulai usaha, dan sampai seperti saat ini,” kata Sandi.

Melihat kondisi terkini Batam, Sandi mengaku banyak hal yang bisa dimaksimalkan, mulai dari kedekatannya dengan negara tetangga, alam yang mendukung sebagai kota pariwisata, hingga daya tarik dari arifnya budaya yang akan mengundang rasa nyaman bagi pendatang.

Lebih jauh, Sandi meyakini bahwa Batam akan menjadi kota penting dalam mendukung perkembangan Indonesia sebagai negara yang berkembang pesat. Menjadi salah satu pintu masuk yang memperkenalkan Indonesia dengan segala potensinya.