Pojok BatamPembangunan skybridge atau Jembatan Penyebrangan Multifungsi (JPM) kembali molor. Akibatnya pedagang kaki lima (PKL) pun kembali menjajakan dagangannya di Jalan Jati Baru Tanah Abang. Padahal diketahui bahwa itu dilarang oleh Pemprov DKI Jakarta.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat, Rahmat Lubis mengakui keberadaan PKL tersebut lantaran pembangunan skybridge belum terselesaikan. Pihaknya memastikan para pedagang dilarang berjualan di badan jalan.

“Masih ada ya, ya usdah nanti dibersihkan deh. Ya namanya skybridge belum kelar ya, bukan diperbolehkan ya namanya nanganin pedagang kan ribuan yang mau dagang cari makan,” tutur Rahmat saat dihubungi, Selasa (30/10).

Kendati demikian, Rahmat mengaku jumlah personelnya terbatas untuk melakukan pengamanan. Sementara jumlah pedagang yang berjualan cukup banyak. Bahkan tak jarang para PKL kucing-kucingan dengan petugas di lapangan.

“Di atas belum ada tempat, di bawah nggak boleh seharusnya. Sekarang kekuatan kami terbatas, sementara menjaga pedagang yang jumlahnya ratusan itu. Jadi kalau anggota istirahat dia (PKL) masuk, bukan dibolehin,” tambahnya.

Rahmat mengakui pembersihan PKL di Jalan Jatibaru terus dilakukan secara berkala. Sebab, keberadaan PKL juga dapat menggangu kenyamanan pengerjaan proyek skybridge.

“Sementara itu mereka ya berdagang main kucing-kucingan sama petugas, apalagi menjelang Maghrib. Jam 7 ya dibersihin lagi, karena yang dihadapin manusia yang menghadapi juga manusia,” jelas Rahmat.

Terlebih selama ini, lanjut Rahmat, para PKL diperbolehkan berdagang menggunakan tenda sebelumnya. Ketika dilarang, secara otomatis para pedagang ‘keluyuran’ dimana-mana.

“Ya manusiawi, kami tetap bersihkan nanti saya akan tetap perintahkan agar jangan berjualan di situ. Sisi pedagangnya ya mereka cari nafkah, tapi aturan harusnya memang nggak boleh,” pungkasnya.