Pojok BatamIsu utang Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menjadi perbincangan hangat. Pemerintah dinilai tidak becus mengelola negara lantaran terus membengkaknya utang negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku heran masih banyak yang berspekulasi soal pemanfaatan utang untuk di dalam negeri. Padahal, utang yang digunakan selama ini dimanfaatkan untuk pembiayaan sektor produktif.

“Ada juga yang mempertanyakan apakah utang kita untuk hal yang produktif,” ujarnya di Auditorium Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10).

Bahkan, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuding ada pengamat yang sengaja membuat plot soal utang Indonesia agar semakin lebih menarik menjadi perbincangan.

Padahal, kata dia, seharusnya cerita soal utang itu disampaikan secara jelas dan detil sehingga tidak mebimbulkan spekulasi yang semakin liar.

“Ada beberapa pengamat menyampaikan. Periode 2012-2014, kenaikan utang antara Rp 799,8 triliun dan periode 2015-2017 adalah Rp 1.329 triliun. Nominalnya besar, dan orang membuat cerita itu. Sengaja ceritanya diputus di situ saja,” tandasnya.