Pojok BatamKementerian Pertanian mengaku belum mendapatkan data produksi beras dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait data produksi beras 2018. Hal ini diakui oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto saat dihubungi, Selasa (23/10).

“Saya belum terima data detail dari BPS, sehingga tidak bisa berkomentar lebih lanjut,” kata Gatot.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah sudah menyempurnakan metode perhitungan produksi beras. Berdasarkan laporan dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang 2018, terjadi surplus beras sebesar 2,85 juta ton.

Angka itu didapat dari perkiraan potensi produksi beras sepanjang 2018 dengan total 32,42 juta ton. Hal itu diungkapkan Kalla saat rapat terbatas yang merupakan lanjutan dari Rapat Kebijakan Pangan sejak 2016.

Sayangnya, Gatot mengaku tak datang dalam ratas yang digelar Senin (23/10) lalu. Ia mengaku tengah mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI.

“Tidak (datang). Kami mendampingi Pak Mentan raker dengan Komisi IV. (Membahas) anggaran 2019,” ujarnya.

Dalam keterangan resmi, Jusuf Kalla menyebut total konsumsi beras pada 2017 diasumsikan 29,57 Juta ton per tahun atau 111,58 kg per kapita. Apabila asumsinya masih sama dengan tahun lalu, artinya dengan total produksi sebanyak 32,42 juta ton maka 32,42 juta ton produksi dikurangi konsumsi 29,57 juta ton menyisakan 2,85 juta ton beras.

Pada rapat tersebut, Wapres mengungkapkan bahwa upaya penyempurnaan metode perhitungan produksi beras sudah dilakukan secara komprehensif untuk seluruh tahapan. Pertama, perhitungan luas lahan baku sawah nasional dilakukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang dibantu oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kedua, perhitungan luas panen dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ketiga, perhitungan produktivitas per hektar dilakukan oleh BPS. Keempat, perhitungan konversi gabah kering menjadi beras oleh BPS.