Pojok BatamMenteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebut rasio elektrifikasi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mampu meningkat signifikan. Sebab, sejak dilantik pada Oktober 2014, rasio elektrifikasi pada saat itu hanya mencapai sekitar 84 persen.

Angka itu sebenarnya masih merupakan warisan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Setahun berselang atau pada 2016, rasio elektrifikasi itu kemudian meningkat menjadi 91,16 persen. Kemudian, pada 2017, rasio itu meningkat lagi menjadi 95,35 persen.

Selanjutnya, hingga kuartal III-2018 ini realisasi rasio elektrifikasi Indonesia sudah mencapai hampir 98 persen. Tahun depan, target itu akan ditingkatkan menjadi 99,99 persen.

“Yang lain yang perlu dicatat adalah indeks elektrifikasi yang menyangkut kesejahteraan masyarakat banyak. Pada 2017 95,3 persen, 2018 kita perkirakan tadinya 97,8 persen tapi realisasi kuartal III itu 98 persen,” ujarnya di Auditorium Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa (23/10).

Meski masih ada beberapa wilayah yang belum terlistriki, Darmin menjamin pemerintah tidak menutup mata. Sejumlah upaya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di daerah tak terjangkau dilakukan dengan memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Kita sudah jauh membaik dalam rasio elektrifikasi. Kita harap akan terus meningkat,” pungkas Darmin.