Pojok Batam Usai napak tilas resolusi jihad di Jawa Timur, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali melakukan geriliya politiknya dalam masa kampanye. Kali ini, Prabowo menghadiri perayaaan Hari Santri Nasional sekaligus milad Front Santri Indonesia ke-1, yang digelar Front Pembela Islam (FPI) di Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Dalam acara tersebut, ribuan santri dan ulama yang hadir dari pondok pesantren se-Jabodetabek dan Banten tumpah ruah di lapangan Masjid Amaliyah, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10) malam. Acara itu pun diketahui sekaligus mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

Sesampai dilokasi, Prabowo membuka bagian atas mobilnya dan menyapa jamaah yang memenuhi jalan sekitar lokasi acara. Ia juga sesekali mengulurkan tangannya ke arah jamaah yang berdiri di sisi kanan dan kiri jalan. Para jamaah pun menyerukan nama Prabowo dengan diikuti pekik takbir.

Dalam pidato sambutannya, Prabowo mengucapkan selamat hari santri nasional kepada para ribuan santri dan alim ulama yang hadir di lokasi tersebut. Ia merasa terhormat dan mengapresiasi atas dukungan yang telah diberikan oleh ribuan santri dan ulama untuk memenangkan pertarungan pilpres 2019 bersama dengan Sandiaga.

“Terimakasih atas dukungan yang diberikan oleh para ulama, Kiyai, habaib dan para ribuan santri yang telah mendukung saya bersama Sandiaga Uno untuk memimpin negeri ini,” kata Prabowo.

Jenderal berjuluk 08 itu juga menjelaskan bahwasanya ulama dan santri memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, ia berjanji jika diberikan kesempatan untul memimpin bangsa oleh Allah SWT, maka ia akan berjuang keras untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya menegaskan bahwa saya dan Sandiaga Uno tidak akan mensia-siakan dukungan yang telah diberikan oleh ulama, Kiyai, habaib dan santri. Di hadapan para ulama ulama besar, di hadapan tokoh-tokoh alim ulama dan habaib dan dihadapan para ribuan santri santri dari berbagai daerah, saya bersaksi bahwa saya tidak akan mencari kekayaan pribadi dari kekuasaan,” tegas Prabowo.

Selain itu ia juga mengajak kepada para santri di seluruh pelosok Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 mendatang. Sebab, dengan menggunakan hak pilih itu maka perubahan untuk kebaikan bangsa dan negara bisa tercipta.

“Saya juga menghimbau kepada para santri untuk menggunakan hak pilihannya, karena masa depan bangsa ada di tangan kalian semua. Jangan sia-siakan hak pilih anda semua, mari kita berjuang bersama menciptakan Indonesia yang adil dan Makmur untuk seluruh bangsa Indonesia,” tandasnya.