Pojok Batam- Selepas hujan adalah waktu yang kurang menyenangkan bagi warga Senggarang. Pasal-nya, jalan tanah menjadi licin karena anyau atau lumpur sisa penggalian bauksit berserakan di jalan.
Hal ini membuat warga kesulitan menembus satu-satuya akses keluar-masuk Senggarang. Sepanjang pagi hingga siang, Senin (8/10) kemarin, menjadi puncak kekesalan warga Seng-garang. Sampai dengan pukul 12.00 WIB siang, sedikitnya 25 motor tergelincir dan terjatuh.
Beberapa pengendara dan penumpangnya pun menga-lami luka lecet. Ada juga yang mengalami luka bakar karena posisi jatuh yang membuat kakinya tertimpa knalpot.
Maryam, seorang warga tampak kesal. Anaknya, Lion, 14, yang akan berangkat ke sekolah bersama kakaknya terjatuh. Kakinya terluka parah sehingga tak jadi ke sekolah.
”Kami sudah berkali-kali menyampaikan ke pemerintah untuk selesaikan masalah anyau ini sampai tuntas,” tutur ketua Forum RT/RW Kelurahan Senggarang, Mariono, kemarin.
Menurutnya, material bekas bauksit ini mulai membanjiri Senggarang sejak 2009 silam. Namun, kondisi terparah dirasakan dua tahun belakangan. Ketika anyau telah menutupi saluran parit di sisi jalan. Setanah menutupi permukaan jalan hingga menebal.
Bahkan menurut Mariono, ia juga telah menyampaikan hal serupa kepada pemilik usaha tambang. Namun, pengusaha keruk tambang di bukit yang disebut Bukit Teja oleh warga sekitar ini, mengaku telah menyerahkan dana reklamasi kepada pemerintah. Hanya saja, setelah bertahun-tahun dijanjikan penyelesaian, warga masih dirundung kesulitan kala hujan datang.
Untuk diketahui, Jalan Daeng Kamboja tidak hanya digunakan untuk keluar masuk wilayah Senggarang. Jalan tersebut juga dilintasi menuju dua sekolah dasar, SDN 010 dan SDN 04. Sehingga tidak sedikit anak-anak sekolah terjatuh saat diantar menggunakan roda dua melalui ruas jalan tersebut. Jalan tersebut juga merupakan satu-satunya akses menuju lokasi wisata, Klenteng Sun Te Kong, Senggarang.

Pemko Koordinasi dengan Pemprov
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Rahma didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas PU, Camat Tanjungpinang Kota beserta Lurah Senggarang berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mine-ral Provinsi Kepulauan Riau, Senin (8/10).
Rahma juga menjelaskan bahwa akibat pascatambang bauksit ini, sangat meresahkan warga. ”Saya menginginkan kerusakan akibat pascatambang bauksit ini harus segera ditangani oleh pihak perusahaan tambang ini secepat mungkin dan saya juga berharap Dinas Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kepri dapat bersinergi dalam menye-lesaikan permasalahan ini,” ujarnya.