Pojok Batam- Perekonomian digital masih akan terus berkembang dan berpotensi tumbuh subur di tahun-tahun mendatang. Bahkan diprediksi menAjadi komponen penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019.

Ekonom Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menjelaskan, ekonomi digital selalu menawarkan prospek produk yang memudahkan masyarakat, menjadi nilai tambah seiring adanya penggunaan smartphone dan data internet di Indonesia.

“Potensi pertumbuhan ekonomi digital yang baik dengan jumlah pengguna internet, penetrasi pengguna media sosial, dan pelanggan telepon seluler yang besar,” ujarnya dalam acara diskusi di Jakarta, Rabu (3/10).

Menurutnya, sebagian masyarakat yang merupakan kaum milenial dapat menjadi pasar yang menggiurkan. Porsi segmen milenial diperkirakan akan mencapai angka 94 juta pada 2020.

Selai itu, Enrico menuturkan, perusahaan financial berbasis techonolgi atau Fintech masih akan tumbuh subur dalam memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi digital. Apalagi akan didukung oleh pemerintah dalam memperkuat kualitasnya

‚ÄúRencana digital blueprint pemerintah dan upaya untuk mengembangkan ekonomi digital akan memberikan dorongan lebih jauh terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi. Kami memperkirakan kontribusi ekonomi digital secara keseluruhan dapat mencapai 3,3 persen dari PDB Indonesia pada 2022,” tuturnya.