Connect with us

Nasional

Coca-Cola hingga Honda, Daftar Perusahaan yang Stop Iklan di Facebook

Published

on


NEW YORK – Daftar perusahaan yang menyatakan bergabung dalam aksi boikot iklan di media sosial Facebook kian panjang.

Dikutip dari CNN, Senin (29/6/2020), aksi boikot ini merupakan bentuk protes terhadap “kegagalan” Facebook dalam menghentikan penyebaran ujaran kebencian.

Sejumlah koalisi hak asasi manusia (HAM), termasuk Anti-Defamation League (ADL) dan NAACP meluncurkan kampanye #StopHateforProfit, yang mendorong perusahaan-perusahaan besar menunda atau membatalkan iklan mereka di Facebook.

Dalam hitungan hari usai kampanye itu diluncurkan, sejumlah perusahaan besar pun memboikot iklan dari Facebook, seperti REI, The North Face, dan Patagonia.

Beberapa perusahaan lain pun ikut serta, antara laon Dashlane dan Upwork. Pada Minggu (29/6/2020), Starbucks yang merupakan pengiklan terbesar keenam di Facebook, turut dalam kampanye itu.

Starbucks menyatakan bakal menghentikan sementara iklannya di seluruh media sosial, meski tak secara langsung menyatakan dukungan terhadap kampanye #StopHateforProfit.

“Kami sangat menghargai keputusan brand dan tetap fokus pada tugas penting untuk menghapus ujaran kebencian dan memberikan informasi kritikal.

Pembicaraan kami dengan pemasar dan organisasi HAM adalah tentang bagaimana kita bersama dapat menjadi kekuatan kebaikan,” kata Carolyn Everson, vice president global business group Facebook.

Berikut ini sejumlah perusahaan yang memutuskan untuk menunda atau membatalkan iklannya di Facebook.

1. Ben & Jerry’s Perusahaan es krim Ben & Jerry’s merilis pernyataan dukungan terhadap NAACP, Color of Change, ADL, dan gerakan-gerakan lainnya yang mendesak Facebook mengambil tindakan lebih keras unthk menghentikan platformnya digunakan untuk memecah belah warga AS, menekan pemilih di AS, serta pendukung rasisme dan kekerasan.

“Per 1 Juli kami akan menghentikan sementara iklan berbayar di Facebook dan Instagram di AS sebagai bagian dari kampanye #StopHateforProfit,” tulis Ben & Jerry’s dalam keterangannya.

2. Coca-Cola Pihak Coca-Cola pada akhir pekan lalu menyatakan menghentikan sementara semua iklannya di seluruh platform media sosial, tidak hanya Facebook. Ini berlangsung setidaknya selama 30 hari. “Kami akan memanfaatkan waktu ini untuk mempelajari kembali standar dan kebijakan iklan untuk memutuskan apakah revisi dibutuhkan secara internal, dan apa yang diekspektasikan kepada mitra media sosial kami untuk menghilangkan konten kebencian, kekerasan, dan yang tidak pantas,” ujar Coca-Cola dalam pernyataannya.

3. Hershey’s Perusahaan permen dan coklat Hershey’s mengumumkan keikutsertaannya dalam boikot, bahkan setelah CEO Facebook Mark Zuckerberg melakukan livestream publik guna merespons pertentangan di tengah masyarakat.

Hershey’s menyatakan bakal menghentikan sementara iklannya di Facebook selama sebulan mulai Juli 2020. Tak hanya itu, Hershey’s juga akan memangkas anggaran iklan di Facebook dan seluruh platformnya termasuk Instagram sebesar 30 persen hingga akhir tahun.

“Kami tidak yakin Facebook secara efektif menindaklanjuti ujaran kebencian dan kekerasan di platform mereka. Meski ada pernyataan berulang dari Facebook untuk mengambil tindakan, kami tidak melihat ada perubahan berarti,” kata pihak Hershey’s.

4. Honda Unit bisnis pabrikan mobil Honda di AS pada akhir pekan lalu menyatakan bergabung dalam aksi boikot iklan di Facebook. Honda pun menghentikan pemasarannya di Facebook dan Instagram.

Keputusan ini menjadikan Honda pabrikan otomotif pertama yang ikut dalam kampanye #StopHateforProfit.

“Mulai bulan Juli, Honda Amerika akan menunda iklan di Facebook dan Instagram, memilih untuk mendukung bersatunya masyarakat melawan kebencian dan rasisme.

Ini sejalan dengan nilai-nilai perusahaan, yang berdasarkan pada rasa menghargai sesama manusia,” ujar pihak Honda dalam pernyataan resminya.

5. JanSport JanSport, yang populer dengan produk ranselnya, mengumumkan tidak lagi beriklan di Facebook dan Instagram pada bulan Juli 2020.

“Kami keluar dari @Facebook. Kami bergabung dengan @NAACP & @ADL untuk #StopHateforProfit.

JanSport akan berhenti beriklan di @Facebook & @instagram pada bulan Juli dan bergabung pada upaya kebijakan yang lebih ketat yang mencegha konten rasis, kekerasan & kebencian menghiasi platform-platform ini,” tulis JanSport pada akun Twitter resminya.

6. Levi Strauss Levi Strauss alias Levi’s mengumumkan bakal menghentikan sementara seluruh iklan di Facebook dan Instagram sebagai bagian dari kampanye.

“Kami menyuarakan kekhawatiran kami tentang kegagalan Facebook dalam menghentikan penyebaran informasi yang salah dan ujaran kebencian pada platformnya.

Kami meyakini langkah itu menyulut rasisme dan kekerasan serta berpotensi mengancam demokrasi dan integritas pemilu (di AS),” tulis Levi Strauss dalam keterangan resmi.

7. The North Face Produsen perlengkapan kegiatan outdoor The North Face adalah perusahaan besar pertama yang bergabung dalam aksi boikot melawan Facebook.

The North Face menyatakan akan menghentikan iklan di Facebook, meski bakal tetap membuat konten organik di Instagram.

Craig Hodges, juru bicara induk usaha The North Face VF Corp menyatakan, sejumlah brand di bawah payung VF Corp mempertimbangkan untuk mengikuti langkah The North Face.

Selain The North Face, VF Corp merupakan induk usaha Dickies, Vans, Timberland, JanSport, dan Smartwool.

“The North Face menghentikan sementara semua aktivitas iklan berbayar di AS dalam platform Facebook hingga ada kebijakan yang lebih ketat untuk menghentikan konten rasisme, kekerasan, dan kebencian beredar di platform itu,” ungkap Hodges.

8. Unilever Unilever menyatakan bakal menarik seluruh iklannya di Facebook, Instagram, dan Twitter untuk wilayah AS.

Ini terkait beredarnya konten ujaran kebencian. Dalam pernyataan pada laman resmi Unilever, kebijakan ini berlaku setidaknya hingga akhir tahun 2020.

“Melanjutkan beriklan di platform-platform tersebut pada saat ini tidak akan memberikan nilai kepada konsumen dan masyarakat.

Kompleksitas lanskap kultural telah memberikan tanggung jawab kepada brand untuk belajar, merespons, dan bertindak untuk mendorong ekosistem digital yang aman dan terpercaya,” sebut Unilever dalam pernyataannya.

9. Starbucks Raksasa jaringan gerai kopi Starbucks menyatakan berencana untuk menghentikan iklannya di semua media sosial.

Keputusan ini kemungkinan memberikan pukulan besar bagi Facebook. Pasalnya, Starbucks merupakan pengiklan terbesar keenam di Facebook pada tahun 2019 lalu.

Starbucks tidak mengisyaratkan secara resmi bergabung pada kampanye #StopHateForProfit.

Namun, Starbucks menyatakan keputusan itu sejalan dengan diskusi internal tentang upaya menghentikan ujaran kebencian, termasuk dialog dengan mitra iklan dan organisasi HAM.

Editor: PARNA
Sumber: kompascom

Continue Reading